Skip to main content

Catatan Harian Santri : Sehari di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor

Sehari di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor

(Sebuah Catatan Harian Santri Nurul Haramain)

Pagi itu, matahari baru saja terbit di kaki Gunung Salak, memberikan nuansa hangat pada Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor. Di tengah suasana asri dan udara sejuk yang menyegarkan, kami, tim kreatif Haramain TV Bogor—terdiri dari Zaki, Adit, Adzkia, Putri, dan Ayu —bersiap untuk menjalani hari yang penuh dengan aktivitas dan wawancara.

Adzkia, sang reporter, berdiri di depan gerbang pesantren, dikelilingi oleh timnya yang sedang menyiapkan peralatan. "Selamat datang di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor, tempat bernaungnya generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing global," kata Adzkia dengan suara yang penuh semangat, menatap kamera yang dioperasikan oleh Zaki.


Tujuan pertama mereka adalah kantor pimpinan pondok pesantren. Di sana, mereka disambut oleh Ustadz Wahyu Setiawan, M.Si., pimpinan pondok yang ramah dan bijaksana. "Selamat pagi, Ustadz Wahyu. Bisa dijelaskan kepada kami tentang visi dan misi dari Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor?" tanya Adzkia.

"Selamat pagi. Visi kami adalah menciptakan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing global. Misi kami meliputi pengembangan kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan, serta peningkatan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman," jawab Ustadz Wahyu dengan senyuman yang hangat.

Setelah wawancara, tim melanjutkan perjalanan mereka ke aula pesantren, di mana mereka bertemu dengan Ustadz Yudi Hermawan,MA.Pd., wakil pimpinan pondok. Di ruangan yang dihiasi papan tulis dan buku-buku, Adzkia kembali bertanya, "Ustadz Yudi, bisa dijelaskan mengenai program-program yang ada di pesantren ini?"


"Dengan senang hati. Program-program kami mencakup pendidikan formal dan non-formal. Di bidang pendidikan formal, kami memiliki jenjang pendidikan SMP dan SMA dengan kurikulum yang terintegrasi antara ilmu umum dan ilmu agama. Selain itu, kami juga memiliki program tahfiz Al-Quran, pelatihan bahasa Arab dan Inggris, serta program keterampilan seperti komputer dan broadcast. 

Di bidang non-formal, kami menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin, dzikir bersama, dan kajian kitab kuning," jelas Ustadz Yudi.

Setelah itu, tim menuju ruang kelas untuk bertemu dengan Ustadz Rasimun Rohimul Arbab, S.Ag., M.Pd., kepala sekolah SMA. Di sana, Adzkia menanyakan tentang kurikulum yang diterapkan. "Kurikulum yang kami terapkan di SMP dan SMA Nahdlatul Wathan Bogor,Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor adalah kurikulum yang menggabungkan antara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren," jelas Ustadz Rasimun yang biasa dipanggil Ustadz Rohim  dengan penuh antusiasme.

Tak berhenti di situ, tim kreatif melanjutkan perjalanan mereka ke asrama untuk berbincang dengan Ustadz Abdul Latif, yang bertanggung jawab atas bidang KMI dan pengasuhan. "Ustadz Abdul Latif, bagaimana kegiatan harian para santri di sini?" tanya Adzkia.

"Kegiatan harian santri di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor dimulai dengan shalat tahajud bersama, dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah dan mengaji Al-Quran. Setelah itu, mereka mengikuti pembelajaran formal di kelas. Pada siang hari, mereka kembali mengaji dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni, dan pramuka. Sore hari diisi dengan belajar mandiri dan mengulang hafalan. Bada magrib diisi dengan dzikir bersama dan hiziban, dan malam harinya, santri mengikuti pengajian kitab Kuning  dan diskusi keagamaan. Kami juga mengadakan kegiatan mingguan seperti ekstrakurikuler,kerja bakti, gotong royong, dan kajian khusus," jawab Ustadz Abdul Latif dengan penuh kebanggaan.



Perjalanan mereka berlanjut ke studio Haramain TV, tempat Ustadz Rohiem, direktur Haramain TV Bogor, menyambut mereka. Di studio yang dilengkapi peralatan yang broadcast, Adzkia bertanya, "Ustadz Rohiem, bisa dijelaskan tentang kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia?"

"Kami memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat santri. Di antaranya adalah klub olahraga, seni tari dan musik, teater, jurnalistik, dan broadcasting. Salah satu program unggulan kami adalah Haramain TV Bogor, di mana santri bisa belajar tentang produksi video, penyiaran, dan media digital," jelas Ustadz Rohiem dengan penuh semangat.

Di akhir hari, Adzkia dan timnya bertemu dengan beberapa santri di taman pesantren yang asri. "Bagaimana kesan kalian tentang pesantren ini?" tanya Adzkia kepada mereka.

"Sebagai santri, kami merasa sangat bersyukur bisa belajar di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor. Kami mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan yang intensif dari para ustadz dan ustadzah. Selain itu, kami juga memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan dan program yang ada. Kami merasa nyaman dan bangga menjadi bagian dari pesantren ini," jawab salah satu santri dengan senyum bahagia.

Hari itu, kami,tim kreatif Haramain TV Bogor telah berhasil merekam berbagai segmen yang menunjukkan keindahan dan kekayaan program di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor. Mereka pulang dengan rasa puas dan bangga, mengetahui bahwa dokumenter ini akan menginspirasi banyak orang tentang pentingnya pendidikan yang holistik dan berbasis nilai-nilai Islam.

Dan begitu matahari tenggelam di balik Gunung Salak, pesantren yang asri itu tetap bersinar, menjadi pelita bagi generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu.







Comments